Numpang Ngetrend

Teman

Bayi Sumatera Masuk Guiness Sebagai Bayi Terbesar Di dunia

Diposting oleh saka hero Jumat, 23 Oktober 2009

Allahuakbar Allah Maha besar tidak pernah terpikirkan oleh kita jika di bumi Indonesia akan terlahir seorang anak yang mengukir sejarah baru di dunia. Dihari kelahirannya menggemparkan dunia dengan berat 8,6 Kg Muhammad Akbar Arya Risudin yang lahir di Asahan, Sumatera utara pada 21 September lalu langsung memecahkan rekor Guinness Book of Record sebagai bayi terbesar di dunia.


Foto Ref Asahannews

Putra dari pasangan Hasanuddin (42) dan Ani (30)akan dibwa ke Jepang untuk diteliti. Kedua pasangan yang berbahadia itu sekarang sedang menunggu paspor dari kedubes Jepang di Jakarta. Selain untuk diteliti orang tua Akbar juga akan diwawancarai oleh media Jepang.

Saya terkagum-kagum ketika melihat berita tersebut di Metro TV, bagaimana kalau seandainya semua bayi di Indonesia yang terlahir sebesar itu hehe..., mungkin tidak akan adalagi pemberitaan tentang busung lapar di Indonesia. Kita warga Indonesia seharusnya mencontoh atau mencari tips tentang bagaimana caranya agar bayi bisa sehat dan besar saat lahir dan tumbuh. Dengan mencari rahasia dari orang tua Akbar tentunya, masa langsung dibawa ke Jepang,, wah kalau begitu tipsnya bisa diambil orang Jepang, terus Jepang membuat susu untuk Ibu hamil yang nantinya akan dieksport ke Indonesia dan negara lain. Siapa yang rugi kalau begini, seharunya para ahli di Indonesia berlomba-lomba untuk meneliti bukan diberikan begitu saja ke ahli Jepang.

2 komentar

  1. Anonim Says:
  2. Besar tidak berarti sehat. Dan bayi besar umumnya lahir dari ibu yang menderita diabetes. Yang baik adalah bayi yang lahir dengan berat cukup dan sehat, bukan bayi raksasa yang kemudian menderita berbagai macam penyakit. (Christine Tjandraningsih)

     
  3. saka huebat Says:
  4. Thanks atas masukannya ...,
    Dengan tekhnologi sekarang ini bukan tidak mungkin mengghikangkan efek bawaan dari orang tua jadi walaupun bayi terlahir besar bayi juga tetap akan sehat dan normal, kalau tidak kenapa harus diteliti?

     

Posting Komentar